Agusrdh’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

PEMBELAJARAN

3 Bulan sudah di Jakarta…

Lebih dari 20 x naik Bus Way, PGC – senen, Senen – Harmoni, Senen – Kramat jati, Harmoni – HI, Senen – Mangga dua……

Yang kudapatkan…. kaum bawah yang bersahaja, meski peluh beraroma di badan, semangat untuk hidup, semangat untuk lakoni nasib, tua dan muda.

Jadi ingat kontroversi saat di cetuskan, meski masih wacana….. kontroversi dari kaum atas… yang takut akan kemacetan.

Sekarang…. dari kaum bawah ( menengah juga, red) dapat pembelajaran … untuk mulai menghargai waktu… menghargai orang lain dengan sikap toleran terhadab bumil ( wong wedok lagi hamil), dan anak2.

Pembelajaran dengan antri panjang tanpa rusuh di terminal…. meski bus belum datang. Bergerak alon laksana kuya ( kura2) tanpa celoteh apalagi main potong antrian. Meski badan basah oleh peluh yang bau….

Pembelajaran yang hebat, massal, dan dalam waktu yang singkat…

3500 bisa keliling jakarta…….. duduk atau berdiri …

Senengnya aku ………… Besok naik busway lagi ah….. biar bisa tidur sampai ke tujuan tanpa takut dibawa keliling oleh supir…. gak mikir argo…

Murah itu nikmat…

Oktober 30, 2008 Ditulis oleh agusrdh | Uncategorized | | & Komentar

1 September 2008

Hari pertama puasa……

Hari ke 30 di Jakarta…
Sedikit capek… jadi Dan Up.. ada yang salah.
Terasa bibir mencibir….. kata kata menusuk…
Sedih…………di HER…

Hari ultah my Nina…..
Met ya sayang….. abang tetap sayang padamu
Meski badan jauh disini
Hati tetap ..ada untukmu

Kangen sama fira, dihaq n ikhsan
Papa buka sama kolak labu nih
Gak bisa sama sama kalian
nikmati es campur buatan mama…….. jadi kodok barengan

Kangen sama kamu…………

September 9, 2008 Ditulis oleh agusrdh | Uncategorized | | Belum Ada Tanggapan

5 jam 5 menit dengan jas hitam

17.05 Bangun tidur, liat sebelah, fira masih tidur, melamun bentar, ehh ingat hari ini jadi panitia nikah pak dekan. Telp residen, eh benar hari ini, jadi tadi pagi kelupaan ikut acara akat nikah, waduh bakal di semprot sama atasan. Buru2 mandi, sholat, trus siap2 sama seragam panitia. Baru sadar jas hitamku belum di loundry sejak 5 thn yang lalu.

18.15 Selesai sholat magrib, diantar fira dan mamanya mulai jalan dengan oto merahku. Dijalan mulai terasa gatal di paha and kaki. Hidung mulai gatal ( alergi nih ), nyesal tadi jas nya gak di apaapakan. Jadi ingat jas ini terakhir dipakai waktu brevet sebagai otorhinolaringologist bulan agustus 2003. Jadi ingat jas ini seragam saat pelantikan guru besar prof TB.

18.45 Sampai di hotel pantai baruga, gabung sama yang lain jadi pagar betis, atasan tampak santai, jadi gak disemprot. Badan mulai gatal, padahal hem seragam baru saja di cuci dan setrika. Untung bau gak apek,tadi si hitam di semprot sama samsara istri.

20.45 Sudah mulai gelisah, gatalnya gak tahan, betis sudah terasa pegal. Pengen cepat pulang. Sempat liat afgan, eyeglasses nya keren.

21.30 Selesai sudah jadi pagar betis. Dampingi atasan makan malam dulu, eh terus berlanjut ngobrol sama kolega. GATAL. Si hitam pengennya di siram sama air, air raksa.

22.30 Hmmm mulai pulang diiringi rasa gatel yang gak hilang.

23.15 Cek Ikhsan n Dihaq kemahan di rumah upik, gatalnya gak tahan lagi, buru2 pulang…..

23.20 Lega… bebas dari si hitam. istri ketawa, hehehe .. mandi ahh… dan jadi ingat 5 aSec, besok daku kesana…. moga2 buka.

Juni 7, 2008 Ditulis oleh agusrdh | Uncategorized | | Belum Ada Tanggapan

ANAKKU

KU DAN 3 KU Sore tadi, saat keluargaku bersama ke dua orangtuaku dari palembang main ke pantai akarena, saat anak anak main main  di dampingi mamanya dan akas ombay mereka, kuperhatikan satu persatu ke tiga anakku. Asyik sekali mereka bermain, Ikhsan main bola dengan adiknya Dihaq, sementara Fira lari2 kecil sambil dipegangi oleh mamanya. Bahagianya dunia anak2.

Terpikirkan olehku apa yang telah kuberikan kepada mereka sampai detik ini. Kesempatan tuk menjalani hidup dengan layak ? kesempatan tuk menerima bekal ilmu di sekolah dan di rumah ? kesempatan bermain seperti halnya  teman2 mereka ? mendapatkan kasih sayang yang tulus dari papanya ? mendapatkan bekal akhlak dan aqidah yang baik dari kami kedua orang tuanya ? Bagaimana anak2ku ?

Teringat daku saat  memarahi Abang kemarin karna kedapatan bermain sepeda, padahal dia minggu depan menghadapi UAN. Teringat juga saat daku merasa sedih melihat Kakak mengusap matanya sambil berusaha menahan tangis karna selalu menjadi ucing kala bermain ucingucingan dengan teman2nya. Betapa bahagianya daku tadi saat melihat Adek sudah mulai melenggokan tangannya sambil bergerak bak seorang penari… Bahagianya memiliki kalian..

Ingatlah abang,kakak, dan adek. Papa akan terus mendampingi kalian dalam menghadapi hidup ini, kala senang maupun susah.. Papa akan memberikan jalan buat kalian untuk mewujudkan apa yang kalian inginkan nantinya. Kalianla yang menentukan pilihan.  Papa hanya mengenalkan mana yang baik dan yang baik, mana yang benar dan yang benar, pilihlah sesuai kehendak kalian..

Hanya jangan salahkan papa kalau papa membuat pagar dan batas yang  tidak boleh kalian langgar. Papa menciptakan aturan yang kalian harus taati. Karna kalian adalah anak-anak papa, Karna papa sayang pada kalian….

Mei 10, 2008 Ditulis oleh agusrdh | Uncategorized | | Belum Ada Tanggapan

ASURANSI PROFESI . 020508 24.00

Tadi siang habis acara di kamar operasi, sempat terbayangkan bagaimana nasib pasien kalau saat operasi telah selesai, demikian juga pemberian  anestesi selesai, tapi pasien kok gak bangun bangun.  Secara ilmiah tidak ada yang salah . Sebelum operasi sudah semua pemeriksaan dilakukan, semua prosedur persyaratan pemberian anestesi  telah dilewati, dengan hasil tiadak ada kontra indikasi buat tidakan anestesi. Saat operasipun tidak ada masalah dari operator maupun dari dokter anestesi.   Wah…….. kalau sampai terjadi, mau bilang apa ya ?

Ada beberapa kasus yang sempat saya dengar , dan semua prosedur serta usaha telah dilakukan, tetapi pasien tidak sadarkan juga. Dari beberapa kasus, ada yang harus berhadapan dengan keluarga pasien di meja pengadilan.  PENGADILAN…………… WOW !!!!!!!

Resiko yang harus siap tuk dihadapi, konsekuensi yang harus siap dihadapi, meskipun sangat dihindari. Maksud membantu seseorang, akhirnya membantu para penegak keadilan tuk mendapatkan kleim dari asuransi. GILA………………

ASURANSI PROFESI………. Saya sekarang ikutan memilikinya. Darimana dapat uang tebusan akibat putusan pengadilan nanti, wong operasi amandel saja dihargai Rp 600.000. Berapa tahun menjadi seorang pembedah  kalau harusmengejar angka 1M tuk siap2 menghadapinya.

Mei 2, 2008 Ditulis oleh agusrdh | Uncategorized | | 1 Komentar

2904008 19.30

Dalam sunyi dan harapan yang berkabut
Hamba ingat akan dikau ya Robbi
Dengarlah desah nafas ini……….

Sholat hamba…… hanya motorik tanpa rasa
Ayat2mu hanya bacaan tanpa jiwa
Lama hamba berpaling

Kembali sujud hamba
Anugrahkan ……… kekuatan…….. membuang resah ini

April 30, 2008 Ditulis oleh agusrdh | Uncategorized | | Belum Ada Tanggapan

Askeskin

Askeskin yang langsung dikelola oleh pemerintah ( pusat/daerah) sudah sebulan berjalan, namun pasien yang datang berobat ke rumah sakit tempatku kerja belum menunjukkan angka seperti halnya pada saat masih dipegang oleh PT askes, yang sering disebut pasien jps. Itu bukan berarti masih baik pengelolaan oleh askes dibanding kan oleh pemerintah. Buktinya sampai hari ini, 7 bulan klaim rumah sakit ke askes ( juni2007 – Des 2007) masih tidak ada realisasinya entah bisa terbayarkan atau malah di putihkan.
Persoalaan yang sama adalah masih banyaknya pasien yang menggunakan sarana askeskin ke rumah sakit, yang sebenarnya secara kasatmata tidak layak disebut masyarakat miskin. Kita sebagai tenaga pelayan kesehatan tidak dapat menolak pasien yang berobat menggunakan askeskin, meskipun terlihat gelang dan kalung emas teruntai di badanya dan HP keluaran terbatu ada digenggamannya. Cuma narik nafas yang dalam melihat seorang pasien yang datang dengan menggunakan mobil pribadi dari daerah tapi menunjukkan surat pengantar berobat dari kelurahan/puskesmas sebagai peserta askeskin.
Dilain waktu kita sering membaca berita tentang meninggalnya seorang bocah akibat ketidak mampuan orang tuanya untuk membawa ke sarana kesehatan setempat. Banyak berita tentang seorang ibu membunuh bayinya karena sudah tidak mampu membelikan susu untuk si bayi. Pengalamanku begitu sulitnya seorang pasien yang menderita tumor ganas untuk mendapat pengobatan secara dini dikarenakan ketidak mampuan untuk berobat ke puskesmas atau rumah sakit. Padahal jelas2 dia dari golongan massyarakat miskin. Saat surat keterangan askeskin didapatkan pengobatan sudah tidak optimal karena kanker yang dideritanya sudah pada fase terminal……
Salah siapa ? entahlah…………

Maret 26, 2008 Ditulis oleh agusrdh | Uncategorized | | Belum Ada Tanggapan

Sudah Tradisi Kali ?

Sepulang dari rumah sakit setelah visite pasien, dengan oto merah ku , kami ( aku, wife n fira) bermaksud mengunjungi atasanku tuk suatu keperluan. Dipersimpangan jalan mendekati tujuan, istriku terkejut melihat seorang supir angkot yang dengan relaxnya buang air kecil di tepi jalan . Mobil angkot di parkir di pinggir jalan , pintu mobil bagian kiri depan dia ( supir angkot ) buka dan dengan santai dia buang hajat kecil sambil berdiri di tengah keramaian jalan. “Gak ada malu ya…. ” kata istriku. “Yah sudah tradisi disini mungkin……… “timpalku, sambil mengingat ngingat bagai mana mudahnya anak2 tetangga disini buang air kecil disembarang tempat.

Setelah ketemu atasan dan menyelesaikan urusan, aku kembali mengendarai oto tuk pulang ke rumah. Baru 500 meter berjalan, kembali terlihat pemandangan serupa. Kali ini tukang becak pelakunya. Becak di parkir di tepi jalan, dan dia dengan santai membuang air seninya di dinding pagar rumah orang. “Wah kalau yang ini sudah kelewatan ya…… kok di depan rumah orang ” kembali istriku berkomentar. “Kalau sudah jadi tradisi yah sulit dong ” jawabku.

Di depan toko langganan istriku, oto ku parkirkan dengan hati2 karna banyak motor yang parkir sembarangan sehingga membuat tempat parkir jadi kacau. Saya pikir tidak ada tukang parkir yang mengatur kendaraan sampai terjadi begini. Ternyata dari balik tembok gardu hansip, keluarlah seorang bapak2 menggunakan seragam kuning dengan tangan yang masih sibuk membereskan resliting celananya. Saat istri ku menoleh ke arahku, dan belum sempat ia berkata, aku berucap “Sudah tradisi “.

Makasar, 7 maret 2007, sepanjang jalan buntu terpedo sampai jalan landak , jam 8.15 s/d 10.05.

Maret 7, 2008 Ditulis oleh agusrdh | Uncategorized | | & Komentar

Cerita di siang hari ( multiply, akhir november 2007 )

Siang itu sudah mulai sepi dari kunjungan pasien. Tiba tiba perawat dari poli eksekutif datang dengan seorang laki-laki perlente menggunakan jas safari dan sepatu pantovel ( bener gak tulisannya). Dari lagaknya pejabat nihh………..

“Dok telingaku seperti terisi air, kemarin habis berenang, pendengaran jadi gak enak”

2 hal yang terpikirkan : a. tiap orang berenang pasti kemasukan air, cuma tidak semua ada keluhan. b. Sombong ini orang, bilang aja pendengaran berkurang.

Setelah basabasi sebentar, dan emang ternyata dia penguasa disalah satu kabupaten, aku dapatkan adanya kotoran yang menyumbat di liang telinga sebelah kiri. Penuh dan harus diambil agar pendengaran norma lkembali.

” Oh pantesan dok……… kalau breefing staf saya sulit mendengar masukan mereka. Baru sih terasanya. Pasti karna saya sering mandi di pantai ya dok ?”

2 hal lagi didapatkan : a. sok tau tapi bodbod b. Bohong kalau baru kerasa gejalanya. Biasanya butuh waktu lama sampai kotoran telinga mengeras seperti itu.

” Serumen (kotoran telinga) di telinga kanannya keras dan mengembang karna kena air, saya bersihkan ya pak “

Sambil cerita tentang perjalanannya ke kotaku dan keadaan warganya yang katanya sudah berkurang kemiskinannya, itu kotoran diambil dengan menggunakan alat yang biasa dipakai. Dan hasilnya ” Waduh enak sekali telingaku, seperti pake speaker dok……..” dengan senang dia panggil istrinya.

Basabasi lagi deh……………..

Karna pejabat, tak tawari resep obat paten, ternyata ” Dok obat Generik dari ASKES aja “

HAHAHAHAHAHAHAHAHA.

Maret 1, 2008 Ditulis oleh agusrdh | Uncategorized | | & Komentar

Deviasi Sekat Hidung

Sehabis main teniss dan di temani dihaq, aku mampir ke rumkit buat visite pasien, padahal masih pake pakaian olah raga. Gak apalah , sekali kali…………..

Budi ( nama samaran ), saya minta ke perawat supaya dibawa ke poli tuk di buka tampon hidungnya. Hari ini hari kedua pasca operasi Septoplasty ( operasi memperbaiki bengkok sekat hidung ) . Dengan diantar menggunakan kursi roda dan diiringi beberapa keluarganya, Budi tampak gagah meski ke dua rongga hidungnya disumbat, sehingga harus bernafas dengan mulut. “siang dok”sapanya ramah.

2 bulan yang lalu, akibat jatuh dari motor yang dikendarainya, Budi, pegawai negri di dinas pendidikan , mengalami trauma pada hidungnya dan harus mengalami perawatan di rumahsakit ( bukan tempatku kerja ), karena perdarahan yang tidak henti dan patah pada tulang sekat hidung. Namun karena merasa tidak tampak perubahan pada penampilan hidung luarnya dan adanya rasa takut, anjuran untuk dilakukan operasi ditolak oleh nya. Sampai akhirnya, 7 hari yang lalu datang ke tempat praktekku karena keluhan hidung kanan selalu tersumbat, dan langsung menyatakan mau di operasi setelah di berikan penjelasan mengenai operasi yang akan dia hadapi.

Deviasi ( dalam hal ini bengkok ) sekat hidung dapat terjadi karena trauma atau dibawa dari lahir, dgn derajat minimal sampai radikal. Pada keadaan radikal, deviasi ini akan mebuat sumbatan pada rongga hidung. Bisa satu sisi atau kedua belah sisi, maka selain ketidak nyamanan saat bernafas, juga disertai rasa sakit kepala. Pada kondisi demikian akan mempermudah terjadinya Sinusitis. Dalam hal ini tidak ada obat yang dapat memperbaiki deviasi tersebut, selain tindakan operasi.

Kasus yang terjadi pada budi memang harus dilakukan operasi karena sekat hidungnya bengkok ke kanan sampai hampir menutupi seluruh rongga hidung kanannya. Dua hari yang lalu dilakukan operasi, dan alhamdulillah berjalan lancar. Hari ini Budi saya bawa lagi ke poli tuk dilakukan pembukaan tampon.

Satu – persatu tampon di kedua rangga hidungnya dibuka, sampai akhirnya Budi tampak lega sekali setelah bisa kembali bernafas melalui jalan yang seharusnya. “aduh dok, makasih banget “katanya dengan logat jawanya yang kental meski sudah 6 thn dinas di makasar. Setelah daku pastikan tidak ada lagi masalah dengan hidungnya dan kemungkinan perdarahan sudah diminimalkan, aku beri advis ke Budi “Oke bud, infusnya dicabut ya,gak perlu obat suntikan lagi, selanjutnya obat yang dimakan saja. Dan hari ini boleh pulang, 5 hari lagi kontrol tuk buka jahitan ya.. “.

Maret 1, 2008 Ditulis oleh agusrdh | Uncategorized | | & Komentar